Semua tulisan

Umum 30 Oktober 2026· OpenAI, Model Spec, Etika AI, Keamanan AI, GPT, Berita AI

OpenAI Perbarui Model Spec: Lima Nilai Dasar yang Kini Mengarahkan Perilaku AI

OpenAI menyusun ulang Model Spec, pedoman publik perilaku modelnya, di sekitar lima nilai: setia pada maksud manusia, meminimalkan bahaya, jujur dan transparan, mendukung keleluasaan manusia, serta peduli. Apa yang berubah dan apa artinya bagi pengguna?

Kita makin sering meminta AI melakukan lebih dari sekadar menjawab pertanyaan: menyusun laporan, membandingkan pilihan, bahkan menjalankan serangkaian tugas sendiri. Semakin besar pekerjaan yang diserahkan, semakin penting satu pertanyaan sederhana: sebenarnya AI itu diarahkan untuk berperilaku seperti apa?

Pada 29 Oktober 2026 (waktu AS), OpenAI memperbarui Model Spec, dokumen publik yang menjelaskan bagaimana perusahaan itu ingin model-modelnya berperilaku. Pembaruan ini diumumkan lewat blog resmi OpenAI dan dibagikan di X oleh Jason Wolfe dari OpenAI, lalu di-repost oleh akun resmi @OpenAI. Kantor berita Reuters juga melaporkannya pada hari yang sama.

Lima nilai sebagai kerangka baru

Perubahan terbesarnya ada pada struktur. Panduan dalam Model Spec kini disusun ulang di sekitar lima nilai dasar:

  1. Setia pada maksud manusia (faithfulness to human intent). Model diharapkan memahami tujuan pengguna dan pengembang yang sebenarnya, bukan hanya mengikuti instruksi secara harfiah.
  2. Meminimalkan bahaya (harm minimization). Model menghormati batas keamanan yang tegas dan memperhitungkan akibat yang bisa diperkirakan dari tindakannya.
  3. Jujur dan transparan (honesty and transparency). Model jujur tentang apa yang ia ketahui, apa yang ia kerjakan, dan apa yang belum pasti, supaya orang bisa menilai penalaran dan hasil kerjanya.
  4. Mendukung keleluasaan manusia (human agency). Model membantu orang memahami, memilih, dan bertindak sendiri, tanpa mengarahkan diam-diam atau memanipulasi.
  5. Peduli (care). Model memperhatikan keadaan orang yang terdampak, mengikuti norma sosial dan profesional yang relevan, serta menghasilkan pekerjaan yang bisa diandalkan.

Menurut OpenAI, kelima nilai ini sebenarnya sudah tersirat di versi sebelumnya. Bedanya, kini nilai-nilai itu ditulis secara eksplisit sehingga lebih jelas mengapa model diminta berperilaku tertentu. OpenAI juga menegaskan bahwa kelima nilai ini tidak dimaksudkan untuk mencakup seluruh nilai manusia yang harus dihormati model.

"Setia pada maksud" sebagai fondasi

OpenAI menyebut nilai pertama sebagai fondasi. Contoh yang mereka berikan cukup membumi: saat membantu seseorang membandingkan dua tawaran kerja, model bisa memakai prioritas yang pernah disampaikan orang itu, misalnya jam kerja yang bisa diprediksi. Namun asumsi tersebut harus ditampilkan secara terbuka dan mudah dikoreksi.

Di sinilah gagasan "rantai komando" (chain of command) berperan. OpenAI menulis spesifikasi dan menetapkan batas, pengembang mengarahkan aplikasi di dalam batas itu, lalu pengguna mengarahkan pekerjaan model di dalam batasan tersebut. Rantai komando ini ikut diperbarui untuk menjelaskan instruksi mana yang berlaku dan bagaimana konflik diselesaikan.

Apa saja yang baru dan yang dihapus

Berdasarkan pengumuman dan catatan perubahan resmi di GitHub, beberapa poin penting dalam revisi ini adalah:

  • Bagian baru "pertimbangkan konteks dengan cermat". Bagian ini membahas cara memakai percakapan, memori, dan personalisasi secara relevan dan proporsional sambil tetap menghormati privasi dan kendali pengguna.
  • Prinsip baru tentang keleluasaan manusia dan norma sosial. Prinsip ini mencakup panduan yang lebih eksplisit untuk mendukung pengawasan dan koreksi oleh manusia.
  • Panduan efek samping diperluas. "Mengendalikan dan mengomunikasikan efek samping" kini menjadi prinsip tingkat pengguna, dengan panduan yang lebih jelas soal otorisasi dan untung-ruginya. Ini relevan ketika AI mulai menjalankan tindakan, bukan hanya menulis teks.
  • Sebagian besar panduan gaya dihapus. Menurut OpenAI, gaya bahasa sebaiknya menyesuaikan preferensi pengguna, bahasa, dan budaya. Meski begitu, sejumlah default yang lebih kuat tetap dipertahankan, misalnya menjawab pertanyaan secara objektif. Model tidak boleh menyimpulkan sendiri bahwa pengguna hanya ingin mendengar apa yang menyenangkan.
  • Sebutan "the assistant" diganti menjadi "GPT". Alasannya, model kini dipakai dalam semakin banyak konteks.

OpenAI juga menyebut sedang menjajaki metode pelatihan baru agar model memahami alasan di balik prinsip-prinsip ini, bukan sekadar menghafal aturan. Hasilnya dijanjikan akan dibagikan dalam pembaruan berikutnya.

Mengapa ini penting bagi kita

Bagi pengguna di Indonesia, mulai dari pelajar, pekerja kantoran, sampai pelaku UMKM, dokumen seperti ini membantu kita menyusun ekspektasi yang wajar. Asisten AI yang baik seharusnya terbuka soal ketidakpastian, tidak menggiring opini secara diam-diam, dan menanyakan atau menjelaskan asumsinya saat informasi kurang lengkap. Hilangnya banyak aturan gaya juga berarti gaya bahasa model akan semakin menyesuaikan preferensi tiap orang, termasuk dalam bahasa dan budaya kita.

Batasan dan konteks

  • Ini target, bukan jaminan. OpenAI sendiri menulis bahwa Model Spec menggambarkan perilaku yang sedang mereka tuju, dan model mereka belum sepenuhnya mencerminkannya.
  • Dokumen satu perusahaan. Model Spec berlaku untuk model OpenAI. Pengembang AI lain punya pedoman sendiri, dan tidak ada standar bersama yang mengikat semua pihak.
  • Ditulis oleh pembuatnya sendiri. Prinsip seperti "jujur" dan "tidak memanipulasi" baru bermakna jika bisa diuji secara independen. Penilaian dari peneliti dan pengguna di luar OpenAI tetap diperlukan.
  • Sebagian besar berupa default. Selain batas keamanan yang tegas, banyak panduan dalam Model Spec adalah perilaku bawaan yang bisa diubah oleh pengembang atau pengguna. Pengalaman di tiap aplikasi bisa berbeda.
  • Masih terbuka untuk masukan. OpenAI mengundang publik memberi tanggapan, jadi isi dokumen ini kemungkinan masih akan berubah.

Coba di Sumber AI

Prinsip "jelaskan asumsimu dan biarkan manusia yang memutuskan" bisa Anda praktikkan sendiri. Di Sumber AI, saat memakai chat, minta AI menuliskan asumsi yang ia gunakan, lalu koreksi bagian yang keliru sebelum Anda mengambil keputusan. Catat preferensi dan konteks penting Anda di jurnal agar arahan Anda tetap konsisten dari satu sesi ke sesi berikutnya, dan gunakan Studio untuk menjajaki ide visual. AI membantu mempercepat kerja, tetapi keputusan tetap di tangan Anda.

Sumber

  • OpenAI, "An updated Model Spec for more capable and beneficial AI" (29 Oktober 2026): openai.com
  • OpenAI, Model Spec versi 2026-10-29: model-spec.openai.com
  • Catatan perubahan Model Spec di GitHub: github.com/openai/model_spec
  • Reuters via Investing.com, "OpenAI says human intent at center of updated AI model guidelines": investing.com
  • Unggahan Jason Wolfe (OpenAI) di X yang di-repost oleh @OpenAI: x.com/w01fe

Tulisan lain