Semua tulisan

Umum 27 Oktober 2026· AI, AGI, Ekonomi, Masa Depan Kerja, Upah, Riset AI

Ekonom Yale: Jika AGI Ambil Alih Semua Pekerjaan, Ke Mana Upah Kita?

Makalah Pascual Restrepo, "We Won't Be Missed", memodelkan dunia ketika AGI bisa mengerjakan semua pekerjaan bernilai ekonomi. Upah manusia tidak jatuh ke nol, tetapi porsinya dalam PDB bisa mendekati nol. Apa maksudnya, dan apa batasan model ini?

Bagaimana jika suatu hari kecerdasan buatan mampu mengerjakan semua pekerjaan yang bernilai ekonomi? Pertanyaan yang terdengar seperti fiksi ilmiah ini dibahas serius oleh Pascual Restrepo, ekonom dari Yale University, dalam makalah berjudul "We Won't Be Missed: Work and Growth in the AGI World". Dalam beberapa hari terakhir, makalah ini kembali ramai dibicarakan di X dan memancing diskusi tentang masa depan upah, pekerjaan, dan siapa yang akan menikmati hasil pertumbuhan ekonomi.

Makalah ini terbit sebagai NBER Working Paper 34423 dan menjadi salah satu bab dalam buku The Economics of Transformative AI yang disunting Agrawal, Brynjolfsson, dan Korinek. Berikut ringkasan gagasannya dan apa artinya bagi kita.

Dua jenis pekerjaan: "penentu" dan "pelengkap"

Restrepo membayangkan dunia dengan AGI (Artificial General Intelligence), yaitu ketika semua pekerjaan yang bernilai ekonomi secara teknis bisa dikerjakan dengan daya komputasi (compute). Ia lalu membagi pekerjaan menjadi dua kelompok:

  • *Pekerjaan penentu (bottleneck work)*: tugas yang mutlak dibutuhkan agar ekonomi terus tumbuh. Output tidak bisa terus naik kecuali input untuk tugas-tugas ini juga ikut bertambah.
  • *Pekerjaan pelengkap (supplementary work)*: tugas yang tidak menentukan pertumbuhan. Ekonomi tetap bisa tumbuh walaupun jumlah input untuk tugas ini tidak berubah.

Kesimpulan utamanya: seiring daya komputasi terus bertambah, semua pekerjaan penentu pada akhirnya akan diotomatisasi, sebagian besar oleh sistem AI otonom. Sebagian pekerjaan pelengkap mungkin tetap dikerjakan manusia.

Upah tidak nol, tetapi "dipatok" biaya komputasi

Di media sosial, makalah ini sering diringkas sebagai "upah manusia akan jatuh ke nol". Ringkasan itu kurang tepat. Restrepo justru menulis bahwa manusia masih bisa bekerja dan mendapat upah positif. Alasannya, memakai komputasi untuk menggantikan manusia tetap ada biayanya.

Menurut model ini, upah akan bergerak menuju biaya komputasi yang dibutuhkan untuk meniru pekerjaan manusia tersebut. Untuk pekerjaan pelengkap yang tetap dipegang manusia, upahnya juga positif, tetapi dibatasi oleh biaya mengotomatisasinya. Restrepo bahkan menyebut bahwa rata-rata upah di dunia AGI bisa lebih tinggi daripada sebelum AGI.

Lalu di mana letak kekhawatirannya? Pada porsi. Dalam model ini, pangsa pendapatan tenaga kerja dalam PDB akan mendekati nol. Artinya, ekonomi bisa tumbuh sangat besar, tetapi nilai upah tidak lagi ikut naik bersama PDB. Sebagian besar pendapatan akan mengalir ke pemilik sumber daya komputasi. Inilah makna judul "We Won't Be Missed": ekonomi tetap berjalan meski kontribusi manusia tidak lagi menjadi penggeraknya.

Pertumbuhan digerakkan oleh komputasi

Sebelum AGI, keterampilan manusia adalah penggerak utama output, dan upah mencerminkan langkanya keterampilan untuk pekerjaan penentu. Dalam dunia AGI, peran sentral itu berpindah ke komputasi. Hubungan antara komputasi dan keterampilan manusia berubah dari saling melengkapi (multiplikatif) menjadi saling menggantikan (aditif), sehingga laju pertumbuhan ekonomi jangka panjang bergantung pada laju pertambahan komputasi.

Restrepo juga membahas skenario ketika AGI dipakai untuk riset ilmiah. Tanpa AGI, kemajuan teknologi dibatasi oleh pertumbuhan jumlah penduduk (dan peneliti). Dengan AGI, laju kemajuan teknologi ditentukan oleh pertumbuhan komputasi. Hasilnya bisa berupa pertumbuhan eksponensial yang berkelanjutan meski populasi menyusut, tetapi menurutnya tidak sampai menjadi "singularitas" atau ledakan pertumbuhan tanpa batas.

Reaksi warganet: cemas sekaligus mencari jalan

Ringkasan topik di X menunjukkan reaksi yang beragam. Ada yang khawatir kekuasaan ekonomi akan makin terpusat pada segelintir pemilik pusat data dan model AI. Ada pula yang mulai membahas gagasan penyesuaian, misalnya pendapatan dasar universal, kepemilikan modal yang lebih luas, atau sumber pendapatan baru di luar upah.

Keterbatasan dan konteks

Sebelum ikut panik atau terlalu optimis, ada beberapa hal penting yang perlu diingat:

  • Ini model teori, bukan ramalan. Makalah ini dimulai dari asumsi bahwa AGI sudah ada dan mampu mengerjakan semua pekerjaan bernilai ekonomi. Hari ini, asumsi itu belum terpenuhi, dan tidak ada kepastian kapan atau apakah akan terpenuhi.
  • Bicara jangka sangat panjang. Kesimpulan seperti pangsa upah yang mendekati nol adalah kondisi batas (long run), bukan sesuatu yang terjadi tahun depan.
  • Belum memperhitungkan kebijakan. Pajak, regulasi, serikat pekerja, dan pilihan politik bisa sangat memengaruhi cara hasil pertumbuhan dibagi. Model ekonomi seperti ini justru berguna untuk memicu diskusi kebijakan sejak dini.
  • Ada keterkaitan dengan industri AI. Di halaman NBER, Restrepo mengungkapkan bahwa ia pernah menerima kompensasi untuk memberi masukan riset internal OpenAI dan sejak Mei 2025 menjadi anggota Economic Advisory Council Anthropic. Pengungkapan ini wajar dalam dunia akademik, tetapi penting untuk diketahui pembaca.

Bagi Indonesia, yang ekonominya masih banyak bertumpu pada tenaga kerja, diskusi ini relevan. Pertanyaan "siapa yang memiliki komputasi" bisa menjadi sama pentingnya dengan "siapa yang memiliki lahan" atau "siapa yang memiliki pabrik". Bagi individu, pelajaran praktisnya sederhana: pahami cara kerja AI, pelajari cara memakainya untuk memperkuat pekerjaan Anda, dan ikuti perdebatan kebijakan yang menyertainya.

Coba di Sumber AI

Makalah ekonomi seperti ini penuh istilah teknis, seperti labor share, bottleneck, atau pertumbuhan semi-endogen. Anda bisa memakai Sumber AI untuk memahaminya: minta penjelasan konsep yang sulit dengan bahasa sederhana lewat chat dalam bahasa Indonesia, catat refleksi Anda tentang masa depan pekerjaan di jurnal, atau buat ilustrasi pendukung presentasi di Studio. Seperti biasa, periksa kembali poin penting ke sumber aslinya.

Sumber

  • NBER, Pascual Restrepo, "We Won't be Missed: Work and Growth in the AGI World", NBER Working Paper 34423: https://www.nber.org/papers/w34423
  • NBER, bab buku The Economics of Transformative AI: https://www.nber.org/books-and-chapters/economics-transformative-ai/we-wont-be-missed-work-and-growth-agi-world
  • Ringkasan topik di X: https://x.com/i/trending/2114863062096187753

Tulisan lain